Rabu, 28 Desember 2011

NYANYIAN KALBU DI RUANG SYAHDU




Jauh didasar kalbu-ku bergema Nyanyian Tanpa Kata,
Sebuah lagu yang mengalun merdu karena hadir-Mu
Yang meneguhkan rasa cintaku sepanjang waktu
dan mengalirkan sayang di telaga kalbu…
Oh, sungguh rasa ini membelengguku,
            Burung dengan sayapnya membawaku terbang bersama-Mu
            Terbang mengarungi bukit angan dan impian,
            Terbang melewati samudera aral yang membentang
            Oh, harapku ingin segera menggapai-Mu.
Tapi seiring derasnya hujan dan hembusan angin,
Seiring waktu yang ku buru, seiring mimpi yang kunanti
Nyanyian itu redum, dan kaupun berlalu …….
Berlalu meninggalkan istanah di kalbu-ku
Berlalu dengan perih dan pedih-ku
Oh, inikah kiamat yang kutunggu..?
            Kini…, kalbu kan sepi tanpa Nyanyian dan syair-mu
            Sepi tanpa jiwa kasihmu, sepi tanpa senyum terindah-mu
Relung kalbu kan gelap tanpa sinarmu,
Sinar yang selalu menerangi jalan dalam tiap langkahku

Kasih……
Kini aku hanya mampu memeluk rasa
Memeluk mimpi senja yang kelabu
Meniti harapan fajar kelana..
Kasih……
Kau buat aku tak yakin untuk melangkah
Kau beri aku segenggam luka
                        Ya Rabb….. Mengapa cahaya pelangi justru berubah menjadi api…
            Kini,
Biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai…

Medan, 28 Desember 2011
Mukhrizal Arif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Bujang Lapok

Bujang Lapok
Bersama Feri, Ari, Fitrah dan Rudi