Selasa, 11 September 2012

LIRIH CINTA


Diik..
Begitu lirih ku memanggilmu
Dahagaku memuncak akan secangkir senyumanmu
Diik..
Kupanggil namamu
Menyeruak hasratku yang jenuh karna merindu
Ingatku kala kita menari dan berdansa diatas panggung asa yang kita bina
Ingatku kala canda penuh tawa saat bersama di satu masa
Oh Diik..
Cintaku padamu Suci
Telanjang dari segala nafsu dan kepentingan
Lepas dari segala rantai yang membelenggu
Adik,.. engkau takkan ku cinta, jika bukan karena Allah menjadikan engkau memang harus di cintai
Engkau takkan ku sayang jika bukan karena engkau keharusan atas sayangku.
Bagai sayap bagi burung, atau sirip bagi ikan
Ada mu disisiku keharusan, jika luasnya hamparan langit tetap ingin di arungi atau lautan yang ingin diselami
Adiik,..
Cintaku padamu ikhlas,
Sebagaimana keikhlasanku untuk mempersuntingmu disaatnya kelak
kau keindahan bagi indahnya setiap detik yang ku lalui
Lewat syair aku merintih, dengan syair aku berjanji
Yogyakarta, 11 september 2012
Mukhrizal Arif

Senin, 03 September 2012

H E N I N G


Hening…
Saat riuh dikala siang
ketika damai mengiring malam..
Hening…
Dalam sorak ku terdiam
Kala diam ku menjerit
Aku ringkih…
Aku letih…
Jalan berliku yang ku tapaki
Gunung tinggi yang ku daki
Dan samudra yang ku arungi
Tak mampu memberi arti bagi diri kala sendiri
Hening…
Tanpa sungging senyuman itu,
Tanpa dentuman suara itu,
Tanpa lenggak dan jenakah itu..
Aku Hening…
Jika Angin masih berhembus
Air masih mengalir dan burung-burung masih berhamburan di udara
Sampaikan pesan ku “Tanpa Mu AKU HENING”….

Yogyakarta, 03 September 2012
Mukhrizal Arif

Entri Populer

Bujang Lapok

Bujang Lapok
Bersama Feri, Ari, Fitrah dan Rudi