Kamis, 15 Desember 2011

Kader Progresif Songsong Tridemsi Progresip Berkesinambungan

 
Dinamika kehidupan berbangsa dan agama dari masa kemasa tentunya tidak lepas dari peran penting generasi muda yang senantiasa mewarnainya dengan corak dan khas mereka sesuai tuntutan zaman. Karenanya, dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sudah merasuk dan menusuk sendi dan nilai ke islaman, maka pengkaderan terhadap generasi muda bangsa khusus kalangan mahasiswa merupakan harga  mati yang memang harus dilaksanakan . Penegasan akan hal tersebut disampaikan Allah SWTyang artinya :

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. (QS. An-nisa’ :9)
Ayat diatas menunjukkan akan penting nya pengkaderan yang di pola sedemikian rupa sehingga bisa mencapai hasil maximal bagi para generasi muda, terlebih bagi kita kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang merupakan regenerasi perserikatan Muhammadiyah di masa mendatang. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tidak dapat berdiri tegak, tidak mampu mewujudkan maksud dan tujuan, tidak mampu mengimplementasikan trilogy serta tri dimensi pergerakan dan tidak akan pernah mampu melawan kesewanang wenangan bila tidak didukung dan dihidupkan keberadaannya oleh kader ikatan mahasiswa muhammadiyah yang militan dan progresif berdasar Al Quran Dan Sunnah Rasulullah SAW. Keberadaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ke depan pun ditentukan dengan siapa yang mencintai dan menyayanginya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan mati dan dilupakan begitu saja apabila kader kadernya sebatas hanya kader biasa saja yang setelah ikut pengkaderan dan dihiasi dengan janji janji yang tak pernah ia laksanakan lalu hilang seperti ditelan bumi. Oleh karena itu untuk menghidup hidupkan ikatan mahasiswa muhammadiyah tidak terbatas hanya konsep saja namun implementasi gerak kader yang militan dan progresif juga sangat dibutuhkan.
Namun untuk mewujudkannya tidaklah semuda membalikkan telapak tangan, ikatan ini membutuhkan orang orang yang bisa menjadi sosok seorang pencerah untuk menggugah dan mengarahkan kembali kader ikatan ini kembali kepada khittah perjuanagannya. Allah SWT berfirman  yang artinya :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung (Ali Imran : 104)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hadir memenuhi firman Allah dalam ayat di atas untuk menyeru kepada kebajikan,menyuru yang ma’ruf dan selalu menjadi kapak berhala berhala kemunkaran yang meraja lela selain itu persoalan bangsa dan umat islam juga merupakan dasar didirikannya ikatan tercinta ini.Keberadaan Ikatan mahasiswa muhammadiyah ditentukan dari seberapa besar kecintaan kader terhadap ikatan tersebut. Kader Merupakan tonggak penggerak dan penentu maju mundarnya ikatan yang dimana dalam dirinya ada tanggung jawab besar untuk membesarkan ikatan ini,apabila ikatan tidak didukung oleh kader yang militant dan progresif maka sudah dapat ditebak hasilnya akan jalan ditempat bahkan jalan mundur dari masa keberadaan ikatan sebelumnya. Allah menegaskan
Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar ra’d : 11)
Dalam penggalan ayat ini telah dijelaskan bahwa keadaan suatu kaum,ikatan,organisasi atau persyarikatan tidak akan berubah sendiri dan begitu saja tanpa kader dari ikatan itu sendiri yang merubahnya.Ikatan yang progresif dan disegani akan terbalik keadaannya bila ke depan hanya di isi oleh kader yang hanya menampakkan nama namun tak meninggalkan jejak kerja,tidak mengimplementasikan trilogi,tidak berbuat untuk ikatan,yang hanya terbatas atas konsep saja tanpa eksekusi yang jelas maka tunggulah wafatnya dan dilupakan oleh pencintanya. Begitu Pula Sebaliknya Ikatan yang tak bernyawa di masa lalunya, bila di isi oleh kader yang militan,progresif,berprestasi dan mengharumkan nama ikatan maka ikatan itu akan bangkit tampil di depan dan tak akan pernah diam karena diam adalah penghianatan dan dosa besar bagi penyeru kebenaran,penyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Untuk membentuk kader ikatan yang militan dan progresif ini tidak terbatas hanya kemauan kader saja namun bagaimana instruktur pengkaderan dan pimpinan mampu mengorganisir,menggerakkan dan memotivasi gelora semangat kader beserta potensinya untuk bergerak militan dan progresif.Instruktur pengkaderan memiliki peran yang besar dalam pengkaderan untuk memantapkan kinerja ke depan karena saat pengkaderan lah kader ini merasakan awal dari kecintaan terhadap ikatan yang selanjutnya setelah pengkaderan selesai tugas ini dilimpahkan kepada pimpinan untuk mendampingi kader agar lebih matang serta menambah keterlibatan kader di ikatan baik itu melalui kegiatan atau aksi yang dilaksanakan oleh ikatan mahasiswa muhammadiyah. Selain Itu agar mewujudkan cita cita ini hendaknyalah dilakukan pendampingan terhadap kader yang masih goyah agar tetap dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kader ikatan,hal ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kader yang setelah pengkaderan lalu beberapa bulan menghilang dari ikatan yang tentunya merugikan ikatan secara umum dan kader itu sendiri secara khusus. Dengan kerjasama kader pimpinan dan kader instruktur yang baik dalam mengelola kader serta beberapa kiat membangun di atas,insya Allah ikatan mahasiswa muhammadiyah tercinta ini akan dihiasi dan digerakkan oleh kader kader ikatan yang militan dan progresif yang setiap gerak langkahnya ber-fastabiqul khairat untuk mewujudkan tujuan ikatan mahasiswa muhammadiyah yaitu mengusahakan terbentuknya akademi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah.
Dengan demikian, ketika kader ikatan sudah terbingkai sedemikian rupa melalui pematangan pengkaderannya maka manifesto dalam pengaplikasian tridimensi pergerakan IMM pun bisa  terlaksana, sehingga Tridimensi pergerakan tersebut tidak lagi hanya menjadi konsep yang usang seiring bertambahnya usia ikatan. Dalam manifesto pergerakannya, untuk medapatkan hasil yang maksimal guna mencapai tujuan maka  tridimensi / trilogy ikatan ini haruslah bisa berjalan beriringan dan saling melengkapi, tanpa ada yang didahuluka atau menjadi orientasi tertentu. Sebab kematangan sebuah kader tidak akan didapat ketika ia hanya bergerak pada salah satu dari tridimensi atau trilogy ikatan, baik keagamaan, kemahasiswaan maupun kemasyarakatan.
Tridimensi/Trilogi ikatan merupakan pengejawantahan nilai-nilai ikatan guna ditransformasikan pada masyarakat dalam paradigma ikatan. Terbentuknya trilogi ini sudah mengalami refleksi yang panjang dan lama sehingga dikenal sampai sekarang. Trilogi ikatan yang kita kenal merupakan suatu bentuk atau lahan perjuangan ikatan dalam segala ranah. Tetapi ada persoalan yang penting dalam trilogi ikatan selain menjadi ruang gerak ikatan dalam melakukan perubahan yakni menjadi paradigma gerakan. Trilogi merupakan doktrin yang sudah terinternalisasi untuk itu, agar menjadi paradigma gerakan paling tidak kita melakukan penafsiran yang kontektual terhadap trilogi agar dapat menjawab persolan global ini.
Tafsiran terhadap trilogi ikatan yang dikenal oleh teman-teman kader ikatan dengan sebagai trikompetensi ikatan. Tafsiran terhadap trilogi ikatan sebagai berikut;
¨      Kemahasiswaan menjadi Intelektualitas
¨      Keagamaan menjadi Religiusitas, Transendensi
¨      Kemasyarkatan menjadi Humanisasi, Liberasi
Kemahasiswaan. Mahasiswa merupakan massa yang real dalam ikatan dan merupakan jati diri ikatan sebagai organisasi pergerakan dalam mengontrol jalannya pemerintahan agar kebijakannya populis. Mahasiswa juga merupakan pelajar yang terdidik dalam dunia akademisi, sebagaimana dalam dunia akademisi apa yang dilakukan rasional dan ilmiah dalam menyikapi suatu realitas sosial. Kita juga dapat melihat dari Deklarasi Kota Barat dapat mengembil apa yang dilakukan yang salah satu pointnya ilmu ilmiah dan amal ilmiah apa  yang dilakukan oleh ikatan. Dengan semangat kota barat ini apa yang dilakukan oleh ikatan merupakan selaras dengan dunia kemahasiswaan oleh karena itu, kemahasiswaan dapat ditafsirkan dengan intelektualitas. Intektualitas yang dimiliki oleh ikatan bukan hanya intelektual saja, tetapi intelektual yang bersendikan pada nilai-nilai ikatan. Sifat intelektual ikatan yang jelas berbeda dengan intelektual organik miliknya Antonio Gramsi yang dipopulerkan oleh Mansour Fakih atapun intektual tradisonal.
Keagamaan. Keagamaan merupakan hal yang terpenting dalam ikatan dikarenakan ikatan sebagai organisasi otonom dari Muhammadiyah yang mengupayakan terbentuknya Islam yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Keagamaan yang dimiliki oleh ikatan merupakan ruh gerakan dan sumber inspirasi dalam gerakan sosial serta tujuan dari gerakan sosial yang dilakukan oleh ikatan. Keagamaan memiliki fungsi dalam ikatan sebagai arahan, cara dan penguatan gerakan dalam melakukan transformasi sosial. Keagamaan dalam perfektif ikatan dapat membentuk gerakan yang religius dalam beragama dan pemikiran yang transenden. Pemikiran dan gerakan transenden merupakan pemikiran dan gerakan yang dapat melampaui masanya sebagaimana yang terjadi pada era Muhammad saw (Kontowijoyo, Strukturalisme Trasendental). Gerakan yang religius dan transenden ini meruapakan ineraksi dengan nilai-nilai agama dalam praksis kemanusiaan serta alam. Keagamaan dalam ikatan menjadi ruh dalam kemasyarakatan dan kemahasiswaan, keagamaan dalam ikatan juga bersifat yang liberasi, humanisasi dan juga mencerdaskan.
Kemasyarakatan. Masyarakat merupakan suatu kumpulan person membentuk kelompok  sosial yang beragam dalam suatu komunitas bersifat dinamis dan bergerak. Gerakan yang dilakukan oleh masyarakat sangatlah terpengaruh pada lingkungan sekitar atau sebagaian besar dari warganya, misalkan pada masyarakat petani maka dalam geraknya sesuai mekanisme alam yang tergantung pada musim. Masyarakat yang selama ini merupakan suatu subjek perubahan tetapi kurang dilibatkan dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan. Masyarakat disisni ditempatkan pada objek perubahan bukan subjek perubahan. Oleh karena itu, kemasyarakatan dalam ikatan menjadikan masyarakat sebagai pelaksana transformasi sosialnya. Kemasyarakatan sebagai person sebelum melakukan perubahan maka di perlukan adanya humanisasi dalam dirinya. Setelah menjadi kesadaran kolektif maka yang diperlukan adanya proses liberasi dalam segala macam ketertindasan. Ketertindasan yang terjadi dalam masyarakat seperti ketidakadilan dalam ranah hukum, gender, ekonomi, politik, alam dan yang lain.
Hal yang paling urgent dalam trilogi ini adalah merupakan suatu kesatuan integralitas yang harus dilaksanakan dan dimiliki oleh ikatan guna menciptakan transformasi yang dicita-citakan bersama. Trikompetensi ini harus tertanam dalam diri kader sehingga dapat menjadi paradigama serta gerakan yang diinginkan oleh ikatan. Sedangkan triloginya, merupakan lahan (garapan) ikatan dalam tiga tempat yakni dalam dunia kemasiswaan, kegamaan dan kemasyarakatan.
Dengan demikian, yakinlah semua akan berakhir indah pada saatnya.
Billahi fisabilihaq, fastabiqul khairot.
Wassalamu’alaikum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Bujang Lapok

Bujang Lapok
Bersama Feri, Ari, Fitrah dan Rudi